Apa Itu Esai? Memulai Menulis di 2026
Di akhir tahun 2025 saat beristirahat rebahan dan melihat youtube aku direkomendasikan dengan sebuah video dimana content creatornya menyarankan untuk rutin membuat sebuah esai.
Ini menarik, karena memang sesuai dengan salah satu hubiku yaitu mengekspesikan sesuatu dari tulisan, namun yang jadi masalah adalah aku belum tahu sebenarnya apa esai itu?
Seperti biasa sebuah konten video bisanya hanya berisi retorika yang tanpa menjelaskan detail mengenai apa itu esai dan bagaimana sejarahnya, tapi sudah sangat baik karena membuat penonton jadi penasaran dengannya.
Waktu di sekolah dasar dulu istilah esai yang pernah aku ketahui yaitu sebuah soal yang harus dijawab dengan uraian dan bukan jenis soal pilihan ganda.
Saat itu banyak orang yang tidak suka dengan soal jenis seperti ini dikarenakan bingung mau menjawab apa, dan anehnya aku justru senang karena bisa bebas menulis apa yang aku tahu untuk jawabannya.
Bisa menjawab bukan berarti mengklaim bahwa diriku pintar, tapi menulis apa yang kita tahu dari sudut pandang yang dimiliki membuat sebuah kebebasan.
Beranjak saat berada di SMP, saat itu pelajarang yang sering kali memiliki soal esai adalah pelajaran BK yang sebenarnya tidak begitu diperhitungkan dalam hal akademik.
Justru ini membuatku tidak memiliki tekanan karena nilai tidak begitu penting dan yang paling penting adalah isi uraian yang kita jelaskan.
Sama seperti video yang aku tonton sebelumnya, sampai tulisan saat ini yang aku bahas masih retorika dan belum membahas apa itu esai sebenarnya?
Ini membuatku tergerak untuk mencaritahunya, dengan bergegas menyalakan komputer, menyiapkan kopi dan langsung buka browser ketikan "apa itu esai".
Sayangnya browser yang aku buka yaitu ms edge dan penelusurannya menggunakan bing search engine yang menurut orang kurang memberikan hasil yang relevan, tapi begitu malasnya aku mengganti menjadi search engine lainnya.
Dan aku akan uraikan jawabannya langsung disini. Dalam sebuah situs yang memang sengaja tidak aku sebutkan sumbernya menjelaskan bahwa esai adalah sebuah karya tulis yang membahas suatu hal dari sudut pandang penulisnya. To be honest i'am really interested with this one.
Disebutkan juga bahwa esai berasal dari bahasa prancis yaitu "essayer" yang berarti 'mencoba' atau 'menguji'. Jadi saat kita membuat esai maka kita sedang mencoba atau menguji sebuah hal tentang topik yang sedang kita bahas.
Tulisan ini sedang mencoba memahami apa itu esai dan apakah tulisan ini juga bisa disebut sebagai esai. Paling tidak ini sudah masuk dalam kriteria 'mencoba' atau 'menguji' itu sendiri.
Ada sebuah alasan mengapa tulisanku cuma satu kalimat dalam satu paragraf, karena dalam pengalamanku di dunia blog membuatku terbiasa untuk tidak menempatkan baris yang padat sehingga membuat orang kabur melihatnya.
Selain itu, tulisan ini juga jauh dari standar akademis yang harus selalu terstruktur dan menggunakan istilah dan penulisan dengan memperioritaskan EYD.
Seringkali standar penulisan justru malah membatasi ekspresi itu sendiri, sehingga penulis takut untuk mencoba dan berkarya.
Tulisan juga adalah seni, dan seringkali sebuah seni yang indah mengabaikan standar umum yang ada seperti musik, lukisan dan juga tulisan.
Tulisan ini merupakan percobaan itu sendiri apakah ini bisa disebut esai dan juga menguji apakah tulisan yang tidak sesuai dengan standar akademik masih bisa disebut esai.
Kembali ke pengalamanku saat di sekolah dulu yang sering kesal saat melihat sebuah tes yang berisi jawaban uraian dimana kita harus menuliskan jawaban definisi berdasarkan para ahli.
Apa itu cinta? menurut plato adalah, menurut carl jung adalah, kenapa tidak boleh menurut Adam Muiz adalah. Apakah jika sudah mati baru sudut pandang seseorang bisa dianggap sangat berarti?
Jadi apakah tulisan ini sudah bisa disebut esai, atau sekedar tulisan di blog, jurnal, atau curahan pikiran semata?

Posting Komentar